WELCOME TO BLOG RIZKI AMARUL KUSUMAH

Sabtu, 13 Oktober 2012

Menentukan Prosedur Recovery


Disaster Recovery Planning 
           Disaster (bencana) didefinisikan sebagai kejadian yang waktu terjadinya tidak dapat diprediksi dan bersifat sangat merusak. Disaster recovery planning sendiri jikaditerjemahkan mengandung arti perencanaan pemulihan bencana. Sedangkan definisidari disaster recovery planning adalah suatu pernyataan yang menyeluruh mengenaitindakan konsisten yang harus diambil sebelum, selama,
dan setelah suatu peristiwayang mengganggu yang menyebabkan suatu kerugian penting sumber daya sisteminformasi. Disaster recovery plan (rencana pemulihan bencana) berisi prosedur untuk merespons suatu keadaan darurat, menyediakan backup operasi selama gangguanterjadi, dan mengelola pemulihan dan menyelamatkan proses sesudahnya.

Sasaran pokok disaster recovery plan adalah untuk menyediakan kemampuandalam menerapkan proses kritis di lokasi lain dan mengembalikannya ke lokasi dankondisi semula dalam suatu batasan waktu yang memperkecil kerugian kepadaorganisasi, dengan pelaksanaan prosedur recovery yang cepat. Sasaran-sasaran DRPmeliputi:

  • Melindungi suatu organisasi dari kegagalan penyediaan jasa komputer.
  • Memperkecil risiko keterlambatan suatu organisasi dalam menyediakan jasa.
  • Menjamin keandalan sistem melalui pengujian dan simulasi. 
  • Memperkecil pengambilan keputusan oleh personil selama suatu bencana
     
Tujuan dari disaster recovery planning (DRP) adalah meminimumkan risikodan optimalisasi kesinambungan entitas dalam menghadapi risiko bencana. Apabilamanajemen tak mampu merumuskan manfaat DRP, atau menyimpulkan bahwamanfaat DRP lebih kecil dari biaya DRP, maka program DRP tak akan dilaksanakan
Ada beberapa hal yang perlu diperthatikan dalam penyusunan disaster recovery plan, yaitu :
  • Memastikan keamanan para pekerja dan pengunjung pada lokasi di manamereka berada;
  • Melindungi record dan informasi penting;
  • Memastikan keamanan fasilitas dan lokasi-lokasi bisnis;
  • Memastikan ketersediaan material, perlengkapan, dan peralatan;
  • Mengurangi risiko bencana yang diakibatkanoleh kesalahan manusia ataukegagalan peralatan yang digunakan;
  • Data-data dan fasilitas penting lainnya telah ditata dengan baik sehinggamemudahkan proses pemulihan ketika bencana alam terjadi;
  • Memastikan kemampuan perusahaan untuk melanjutkan operasi setelah bencana;
  • Memulihkan record-record yang hilang atau rusak setelah bencana

Disaster Recovery Planning memempunyai beberapa keuntungan yaitu : 
a.Memperbaiki sistem proteksi terhadap aset penting perusahaan. 
b.Membuat sistem proteksi informasi atau data-data perusahaan lebih efektif . 
c.Mengurangi risiko bencana akibat kesalahan manusia. 
d.Memperbaiki manajemen perusahaan, dl

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar